Tuesday, May 5, 2020

4 Macam Terapi Hormon untuk Mengecilkan Mioma Uteri


Mioma uteri (miom) merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap terjadi pada wanita. Meski miom bukan penyakit ganas seperti kanker, bukan berarti Anda dapat membiarkannya begitu saja. Dalam artikel ini, kammi akan menjelaskan berbagai macam terapi untuk mengecilkan miom. Simak ulasan berikut.

Miom juga dikenal dengan fibroid rahim, yaitu suatu kondisi yang ditandai dengan munculnya tumor atau benjolan di sekitar rahim. Namun Anda tidak perlu khawatir, sebab tumor pada miom merupakan jenis tumor jinak dan tidak bersifat kanker. Miom atau fibroid rahim ini juga dapat tumbuh pada dinding rahim, baik bagian dalam maupun bagian luar.

Perlu Anda ketahui, bahwa wanita dengan mioma uteri dapat memiliki satu benjolan ataupun lebih di dalam rahimnya. Sedangkan, untuk gejalanya sendiri tergantung dengan seberapa besar ukuran, lokasi, dan jumlah benjolan tumor yang terdapat pada rahim.

Dalam kebanyakan kasus, benjolan miom yang ukurannya kecil cenderung tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga tidak diperlukan tindakan pengobatan khusus. Hal ini disebabkan karena, miom sendiri tumbuh secara lambat dan biasanya akan menyusut saat seorang wanita memasuki masa menopause. Meski tidak memerlukan perawatan khusus, namun Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter guna memantau perkembangan miom yang ada di rahim Anda.

Penyebab Terbentuknya Miom

Sayangnya penyebab yang pasti dari mioma uteri sendiri masih belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko munculnya miom pada rahim. Salah satunya adalah adanya peningkatan kadar hormon estrogen, seperti yang terjadi selama masa haid atau masa kehamilan.

Hal lain yang perlu Anda ketahui juga adalah bahwa faktor yang dapat meminimalisir risiko tumbuhnya miom pada rahim adalah riwayat melahirkan. Hal ini disebabkan karena, wanita yang memiliki riwayat persalinan cenderung memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami miom.

Gejala Miom

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa dalam sebagian besar kasus, miom justru tidak menimbulkan gehala apapun yang membuat pengidapnya merasa tidak nyaman. Namun, dalam kasus yang tergolong parah, miom dapat menimbulkan gejala-gejala berikut :


lPendarahan abnormal pada rahim.
lKeluar darah lebih banyak saat menstruasi.
lPerut bengkak.
lKekurangan darah (anemia).
lSering buang air kecil (beser).
lNyeri pada bagian panggul.
lNyeri saat melakukan hubungan seksual.

Terapi untuk Mengecilkan Miom

Jika miom yang Anda alami menimbulkan gejala seperti yang telah disebutkan di atas, terdapat empat jenis terapi hormon yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala yang muncul. Di antaranya adalah :

1. Terapi Hormon Progesteron

Terapi dengan menambah kadar hormon progesteron dapat membantu menghambat proses pertumbuhan dinding rahim, serta mengurangi risiko terjadinya pendarahan saat menstruasi. Hormon ini umumnya tersedia dalam bentuk pil atau suntik.

2. Pemberian Pil KB

Pemberian pil KB juga dapat membantu meredakan gejala yang timbul akibat mioma uteri, seperti pendarahan dan rasa nyeri yang berlebihan saat menstruasi.

3. KB Spiral Levonorgestrel

KB Spiral Levonorgestrel sendiri merupakan alat yang diletakkan langsung di dalam rahim guna memperlambat pertumbuhan dinding rahim dan juga mengurangi risiko terjadinya pendarahan.

4. Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)

Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) merupakan hormon yang akan membuat tubuh mengurangi produksi hormon esterogen, yang pada akhirnya dapat membantu mengecilkan ukuran miom.

Apabila gejala yang muncul akibat miom tergolong parah dan tak kunjung mereda meskipun telah melakukan salah satu dari terapi hormon yang disebutkan di atas, maka Anda disarankan untuk menjalani operasi, seperti operasi pengangkatan miom atau pengangkatan rahim.


Disqus Comments