Sunday, May 10, 2020

Penyebab Munculnya Benjolan Putih di Gusi


Masalah yang terjadi pada gusi umumnya berupa munculnya rasa sakit dan terjadinya pembengkakan di area tersebut. Namun, bagaimana jadinya jika Anda menemukan adanya benjolan putih di gusi belakang Anda? Dan apa penyebab munculnya benjolan di gusi? Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya.

Gusi sendiri adalah jaringan lunak berwarna merah muda, yang merupakan tempat gigi Anda tumbuh dan menancap. Namun tak jarang gusi juga mengalami masalah, mulai dari timbul rasa sakit, terjadinya pembengkakan , hingga muncul daging kecil atau benjolan, salah satunya benjolan putih. Tumbuhnya benjolan putih di gusi dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang berkaitan dengan gigi dan mulut. 

Meski begitu, penyebab utama munculnya benjolan di gusi adalah kebersihan mulut yang buruk atau kurang terjaga, sehingga memicu timbulnya berbagai macam masalah kesehatan, termasuk munculnya benjolan di gusi.

Menemukan adanya benjolan di gusi memang menimbulkan rasa khawatir bagi pengidapnya. Bahkan, ada yang beranggapan bahwa benjolan yang ada di gusi tersebut disebabkan oleh penyakit serius seperti tumor atau kanker, yang merupakan penyakit mematikan.

Pada dasarnya, kanker memang menjadi salah satu penyebab munculnya benjolan di gusi. Namun, perlu Anda ketahui bahwa dalam kebanyakan kasus, benjolan di gusi tidaklah berbahaya. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat memicu tumbuhnya benjolan putih di gusi, di antaranya adalah :

  • Radang Gusi

Radang gusi dikenal dengan istilah gingivitis dalam dunia medis, yaitu merupakan masalah kesehatan pada gusi yang paling umum terjadi. Penyakit yang satu ini umumnya dapat menyebabkan gusi Anda mengalami iritasi, kemerahan, serta mengalami pembengkakan, hingga dapat memicu munculnya benjolan di gusi. 

Penyebab utama dari radang gusi adalah kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Penyakit radang gusi harus segera diatasi, sebab jika tidak, penyakit ini dapat menyebabkan masalah gusi yang jauh lebih serius.

  • Abses Gusi


Benjolan pada gusi juga dapat terbentuk akibat abses gusi. Lantas, apa itu abses gusi? Pada dasarnya, abses gusi sendiri merupakan kumpulan nanah yang terbentuk di dalam gusi, gigi, ataupun di bagian tulang yang menahan gigi. Penyebab utama dari abses gusi adalah akibat infeksi bakteri.

  • Kista Gigi

Kista adalah kantong tertutup atau benjolan yang di dalamnya bisa berisi cairan, udara, atau jaringan lunak lainnya. Sedangkan, kista gigi merupakan jenis kista yang dapat muncul di sekitar gigi atau gusi dan biasanya terbentuk di sekitar akar gigi yang terkubur atau sudah mati.

Benjolan di gusi akibat kista umbuh secara perlahan dan cenderung tidak menimbulkan gejala apapun, akan tetapi dapat menyebabkan terjadinya infeksi. Infeksi disini berupa rasa sakit dan pembengkakan yang terjadi di sekitar benjolan.

Meski begitu, kista yang tumbuh dalam ukuran besar dapat mengganggu kenyamanan pengidapnya, seperti memberi tekanan pada gigi dan menyebabkan rahang menjadi lemah. Kista gigi sendiri dapat diatasi dengan mudah melalui prosedur bedah atau operasi sederhana.

  • Fibroma Oral

Fibroma oral adalah benjolan yang bersifat jinak (non-kanker) yang terbentuk pada jaringan gusi yang mengalami iritasi atau cedera. Kondisi ini pada dasarnya terjadi akibat iritasi berulang dari gigi palsu atau alat oral lainnya.

Fibroma pada gusi biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, jika benjolan akibat fibroma tumbuh dengan ukuran yang sangat besar, dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi pengangkatan fibroma.

  • Kanker Mulut


Kondisi paling serius dan bahaya yang juga dapat memicu munculnya benjolan di gusi adalah kanker mulut. Kondisi ini mengacu pada kanker di bagian mana pun dari rongga mulut, termasuk gusi. Tumor ganas pada gusi umumnya terlihat seperti pertumbuhan kecil, berupa benjolan atau penebalan kulit.

Untuk mencegah mucnulnya benjolan di gusi, sebaiknya Anda benar-benar menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan baik, dan jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan gigi ke dokter secara rutin, minimal 6 bulan sekali.

https://lingshenyao.id/harga-obat-kista/
Disqus Comments