Monday, May 18, 2020

Bahaya Penyakit Kelenjar Getah Bening


Tahukah Anda apa itu kelenjar getah bening? Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem limfatik yang memiliki fungsi untuk melawan kuman, virus, dan parasit lainnya yang dapat menyebabkan infeksi, membasmi sel kanker, serta menghanucurkan zat beracun yang masuk ke dalam tubuh. Kelenjar getah bening tersebar di berbagai bagian tubuh, seperti leher, ketiak, dada, hingga perut. Namun, tak jarang kelenjar getah bening mengalami masalah mulai dari masalah ringan hingga serius. Lantas, apa bahaya penyakit kelenjar getah bening?

Salah satu tanda adanya masalah pada kelenjar getah bening adalah terjadinya pembengkakan pada kelenjar tersebut. Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan kondisi di mana terjadinya pembengkakan pada gumpalan jaringan kecil yang berbentu bulat. Kondisi ini dapat terjadi hampir di seluruh bagian tubuh manusia.

Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya disebabkan oleh infeksi atau akibat dari penggunaan obat-obatan tertentu yang memberikan efek samping berupa pembengkakan pada kelenjar getah bening. Dalam kebanyakan kasus, pembengkakan kelenjar getah bening akan mengecil atau menghilang dengan sendirinya seiring dengan meredanya infeksi dan berhenti mengonsumsi obat yang memicu pembengkakan tersebut. 

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa kelenjar getah bening tersebar di seluruh bagian tubuh. Kelenjar ini juga terhubung melalui jaringan pembuluh getah bening. Namun, hanya ada beberapa bagian dari kelenjar getah bening yang dapat teraba, seperti yang ada pada leher, ketiak, bawah dagu, dan sela paha.

Lantas, apa sebenarnya fungsi kelenjar getah bening bagi tubuh? Kelenjar getah bening atau yang juga dikenal sebagai kelenjar limfa memiliki peran yang sangat penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia. Hal ini disebabkan karena, kelenjar getah bening merupakan bentuk pertahanan yang siap sedia dalam mengatasi berbagai macam infeksi pada tubuh. 

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, kelenjar getah bening juga rentan terhadap gangguan kesehatan. Lalu, apakah pembengkakan kelenjar getah bening merupakan suatu hal yang wajar, atau justru merupakan kondisi yang berbahaya?

Penyebab Terjadinya Pembengkakan di Kelenjar Getah Bening


Perlu Anda ketahui bahwa pembengkakan kelenjar getah bening tidak selalu disebabkan oleh kanker limfoma. Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat disebabkan karena hal lain, di antaranya adalah :
  • Infeksi

Ada beberapa jenis infeksi yang seringkali menyebabkan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening, di antaranya adalah infeksi saluran nafas bagian atas atau sakit tenggorokan, infeksi gigi, infeksi kulit, infeksi telinga, campak, moonucleosis, HIV, hingga penyakit infeksi lain yang jarang terjadi, seperti tuberkulosis (tbc), penyakit menular seksual (sifilis), dan infeksi akibat cakaran atau gigitan kucing.
  • Gangguan pada Sistem Kekebalan Tubuh

Pembengkakan kelenjar getah bening juga dapat terjadi akibat adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini umumnya terjadi pada penderita lupus, rematoid artritis atau rematik, dan lain sebagainya.

  • Pengaruh Obat-Obatan


Pembengkakan pada kelenjar getah bening juga dapat terjadi akibat penggunaan obat-obatan. Beberapa jenis obat yang dapat memicu pembesaran kelenjar getah bening antara lain adalah allopurinol, captopril, penicilli, atenol, tegretol, apresoline, dan lain sebagainya.

Gejala dan Ciri-Ciri Kelenjar Getah Bening yang Terinfeksi


Kelenjar getah bening yang mengalami infeksi umumnya ditandai dengan adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Kondisi ini umumnya nampak seperti benjolan pada beberapa bagian tubuh tertentu, seperti leher, ketiak, dan selangkangan. Benjolan tersebut terasa lunak ketika disentuh dan disertai rasa nyeri.

Selain munculnya benjolan, infeksi kelenjar getah bening juga dapat menimbulkan gejala lain, yaitu :
  • Batuk
  • Demam
  • Nyeri tenggorokan
  • Berkeringat di malam hari
  • Tubuh terasa
  • Pilek

Jika pembengkakan pada kelenjar getah bening terjadi akibat infeksi, maka biasanya dokter akan memberikan antibiotik, seperti amoxicillin. Sementara itu, jika pembengkakan pada kelenjar getah bening terjadi akibat gangguan imunitas, maka pasien dapat mengonsumsi obat imunosupresif. Sementara itu, jika penyebab pembengkakan adalah kanker, maka metode penobatan yang tepat untuk dilakuan adalah kemoterapi, radioterapi, atau operasi.

Ciri-Ciri Pembengkakan Kelenjar Getah Bening yang Berbahaya

Masalah kesehatan kelenjar getah bening yang paling fatal adalah munculnya sel kanker pada kelenjar tersebut. Sel kanker pada kelenjar getah bening dapat uncul dari kelenjar getah bening itu sendiri maupun muncul akibat penyebaran sel kanker dari organ lain (metastasis). Kanker yang muncul dari kelenjar getah bening sendiri dikenal dengan limfoma. Limfoma dibagi menjadi dua jenis, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma Non-Hodgkin.

Sama seperti kelenjar getah bening yang terinfeksi, ciri-ciri kelenjar getah bening yang mengalami kanker, baik itu limfoma Hodgkin atau limfoma Non-Hodgkin, adalah munculnya benjolan akibat adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening.

Hal yang membedakannya adalah, benjolan yang disebabkan oleh kanker sering kali tidak menimbulkan rasa sakit dan akan terasa keras ketika diraba. Selain itu, kanker kelenjar getaah bening juga dapat menimbulkan gejala-gejala di bawah ini :
  • Demam
  • Sesak Napas
  • Tubuh selalu terasa lemas
  • Kulit gatal
  • Berkeringat di malam hari
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Kanker kelenjar getah bening merupakan kondisi yang sangat berbahaya dan perlu segera ditangani oleh ahlinya. Untuk menangani pasien yang mengidap kondisi tersebut, dokter biasanya akan memberikan obat-obat kemoterapi beserta langkah-langkah penanganan lain, yaitu berupa radioterapi dan operasi.

Selain itu, penanganan kanker kelenjar getah bening umumnya akan sesuai dengan tingkat keparahan atau stadium kanker yang diderita pasien. Kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan juga menjadi pertimbangan sebelum dilakukan penanganan.

Untuk mendiagnosis apakah pembengkakan pada kelenjar getah bening yang dialami disebabkan oleh infeksi atau kanker, dokter akan melakukan serankaian pemeriksaan, yang terdiri dari pemeriksaan fisik, biopsim tes darah, serta pemeriksaan radiologis, seperti CT scan atau MRI.

Setelah seluruh pemeriksaan selesai, dokter akan memberikan metode pengobatan yang tepat, sesuai dengan penyebab yang mendasari terjadinya pembengkakan pada kelenjar tersebut.

Cara Mencegah Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Sebelum mengobati, ada baiknya jika Anda mencegah terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening. Berikut ini adalah beberapa upya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening, yaitu :
  • Menjaga daya tahan tubuh agar tidak terjangkit flu atau virus-virus lainnya.
  • Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan agar terhindar dari virus dan bakteri.
  • Menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut.
  • Berhati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan tertentu, sebab pembengkakan kelenjar getah bening dapat disebabkan akibat efek samping dari penggunaan obat-obatan.
Oleh sebab itu, terapkanlah pola hidup sehat agar terhindari dari berbagai macam penyakit, termasuk penyakit kelenjar getah bening. Konsumsi makanan sehat dan perbanyak asupan sayurann dan buah-buahan. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi suplemen vitamin tambahan untuk meningktakan daya tahan tubuh. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan setalh beraktivitas atau menyentuh benda di tempat umum. Hal ini bertujuan untuk menjauhkan tubuh Anda dari serangan virus yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai penyakit kelenjar gtah bening. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat bagi Anda semua.



Disqus Comments