Friday, May 1, 2020

Bahaya Miom Pecah yang Harus Diketahui


Bahaya Miom Pecah. Pernahkah Anda mendengar apa itu miom? Perlu Anda ketahui bahwa sebagian perempuan diyakini pernah memiliki miom di area rahim mereka. Lantas, seperti apa sebenarnya penyakit miom itu? Penyakit miom atau yang juga dikenal dengan mioma uteri merupakan kondisi di mana adanya pertumbuhan sel tumor baik di dalam atau di sekitar uterus atau rahim. Meski begitu, penyakit ini bukanlah penyakit yang bersifat ganas alias non-kanker, sebab tumor yang tumbuh akibat miom merupakan tumor jinak. 

Pada dasarnya, miom terbentuk akibat sel otot yang ada di rahim tumbuh secara abnormal. Selain itu, perlu Anda ketahui juga bahwa miom dapat terjadi pada wanita yang tengah hamil. Umumnya, kasus ini terjadi pada wanita dengan kisaran usia 30 hingga 40 tahun.

Miom tumbuh dan berkembang d sekitar rahim dalam ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil hingga sangat besar. Meski begitu, kondisi ini umumnya baru diketahui ketika tengah melakukan pemeriksaan USG, sebab jarang menimbulkan gejala yang membuat pengidapnya tidak nyaman .Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, miom berukuran besar juga dapat menyebabkan miom pecah, kemandulan dan gangguan pada saat kehamilan. 

Apa Penyebab Mioma Uteri?

Sayangnya, penyebab mioma uteri sendiri masih belum diketahui secara pasti. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami miom. Salah satunya adalah adanya peningkatan kadar hormon estrogen, seperti yang terjadi ketika wanita berada pada siklus menstruasi atau masa kehamilan.
Sementara itu, faktor yang dapat meminimalisir risiko terjadinya mioma uteri pada wanita adalah riwayat melahirkan. Pasalnya, wanita yang pernah melahirkan cenderung memiliki risiko yang jauh lebih rendah terkena miom.

Apa yang terjadi jika miom pecah?

Pada dasarnya, miom tidak menimbulkan gejala apapun yang spesifik maupun yang membuat penderitanya tidak nyaman. Tetapi, ada beberapa gejala yang bisa muncul jika miom yang dialami sudah tergolong parah, seperti yang terjadi apabila miom berukuran besar atau pecah, di antaranya adalah :
  • Penderita dapat mengalami pendarahan yang banyak pada saat menstruasi dan berlangsung lebih dari seminggu.
  • Pendarahan yang terjadi di luar siklus menstruasi.
  • Pendarahan di antara siklus menstruasi.
  • Nyeri perut bagian bawah atau di bagian panggul.
  • Lebih sering buang air kecil (beser).
  • Kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih.

Apakah mioma uteri harus dioperasi?

Sebagian besar wanita yang mengalami mioma uteri cenderung tidak menyadari bahwa ternyata Ia memiliki miom di dalam rahim, sehingga hal ini baru akan diketahui ketika dilakukan pemeriksaan dengan dokter. Hal ini disebabkan karen, seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa miom tidak menimbulkan tanda-tanda atau gejala di tahap awal dan cenderung baru kaan menimbulkan gejala saat kondisinya sudah parah.
Miom memang seringkali tidak menimbulkan keluhan atau gejala-gejala yang dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan operasi miom jika Anda merasakan gejala-gejala seperti yang telah disampaikan di atas ataupun ketika ukuran miom telah membesar.
Pada beberapa kasus, miom bahkan dapat meningkatkan risiko yang cukup berbahaya, seperti keguguran atau komplikasi lainnya selama masa kehamilan. Maka dari itu, jika Anda mengalami miom saat hamil, sebaiknya Anda rajin berkonsultasi dengan dokter untuk memantau ataupun mendapat penanganan yang tepat untuk mioma uteri.
Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai bahaya mioma uteri, semoga apa yang kami sampaikan dapat memberikan manfaat bagi Anda semua.
Disqus Comments