Wednesday, April 1, 2020

Manfaat Terapi Hormon untuk Miom


Terapi Menghilangkan Miom. Mioma uteri merupakan salah satu jenis penyakit yang seringkali terjadi pada wanita. Meski miom bukan penyakit ganas seperti kanker dan juga tidak berpotensi menjadi kanker, bukan berarti Anda dapat membiarannya begitu saja. Lantas, bagaimana cara menghilangkan miom? Simak Penjelasan di bawah ini.

Mioma uteri (miom) juga dikenal dengan fibroid rahim, adalah suatu kondisi yang ditandai dengan munculnya tumor atau benjolan jinak di sekitar rahim. Miom atau fibroid rahim ini dapat tumbuh di bagian luar atau dalam dinding rahim.

Perlu Anda ketahui, bahwa wanita dengan mioma uteri dapat memiliki satu benjolan miom ataupun lebih pada rahimnya. Untuk gejalanya sendiri sebenarnya tergantung pada seberapa besar ukuran, lokasi, serta jumlah benjolan yang terdapat pada rahim.

Gejala Mioma Uteri

Pada kebanyakanan kasus, benjolan akibat miom yang ukurannya kecil cenderung tidak menimbulkan gejala apapun yang mengganggu, sehingga tidak diperlukan pengobatan khusus. Selain itu, miom sendiri tumbuh secara lambat dan umumnya akan menyusut saat seorang wanita memasuki masa menopause. Meski tidak memerlukan perawatan khusus, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan ke dokter guna memantau perkembangan miom yang tumbuh di rahim Anda.

Apabila kasus miom tergolong parah, maka akan menimbulkan beberapa gejala yang cukup mengganggu, yaitu :

- Pendarahan rahim yang tidak normal.
- Perut menjadi kembung.
- Kurang darah atau anemia.
- Buang air kecil lebih sering.
- Nyeri di bagian panggul.
- Nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Terapi Hormon untuk Mioma Uteri

Apabila miom yang Anda alami menimbulkan gejala seperti yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa jenis terapi hormon yang dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala yang muncul dan menyembuhkannya secara perlahan. Di antaranya adalah :

  • Hormon Progesteron Tambahan


Pemberian hormon progesteron tambahan pada penderita mioma uteri dapat membantu menghambat proses pertumbuhan dinding rahim dan juga mengurangi risiko terjadinya pendarahan abnormal ketika menstruasi. Hormon ini umumnya tersedia dalam bentuk pil atau obat suntik.

  • Pemberian Pil KB


Pemberian pil KB juga dapat membantu mnredakan gejala-gejala yang timbul akibat mioma uteri, seperti pendarahan, serta rasa nyeri yang berlebihan saat menstruasi.
  • KB Spiral Levonorgestrel

KB Spiral Levonorgestrel adalah alat yang diletakkan di dalam rahim di mana memiliki fungsi untuk memperlambat pertumbuhan dinding rahim dan juga mengurangi risiko terjadinya pendarahan.

  • Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)


Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) adalah hormon yang akan membuat tubuh mengurangi produksi hormon esterogen, yang pada akhirnya dapat membantu menyusutkan ukuran miom.

Disqus Comments