Tuesday, April 21, 2020

Gejala Kista Ovarium yang Berbahaya


Tanda Kista Membesar. Kista ovarium adalah salah satu jenis kista (benjolan atau kantung berisi cairan) yang mana tumbuh pada indung telur atau ovarium. Pada dasarnya, setiap wanita memiliki dua buah ovarium, yaitu pada sisi kanan dan sisi kiri rahim. Kista ovarium biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita berada dalam masa menstruasi.
Fungsi dari ovarium sendiri adalah untuk menghasilkan sel telur setiap bulannya, mulai dari masa pubertas hingga menopause. Tak hanya itu, ovarium juga berfungsi untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Meskipun begitu, fungsi ovarium terkadang dapat terganggu, dan salah satu penyebab terganggunya ovarium adalah kista.
Sebenarnya, dalam kebanyakan kasus, kista ovarium tidak menyebabkan masalah serius yang berbahaya. Akan tetapi kondisi ini dapat berkembang menjadi ganas apabila kista ovarium tersebut pecah, menghalangi suplai darah ke ovarium, atau ketika ukurannya semakin membesar.
Pada dasarnya, kista ovarium dialami oleh hampir setiap perempuan. Namun, jika ukurannya masih kecil, maka tidak akan menimbulkan gejala apapun yang mengganggu. Oleh sebab itu, kondisi ini jarang disadari, dan seringkali baru disadari ketika ukurannya semakin besar. Meski demikian, kista ovarium dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa kali siklus menstruasi.
Sementara itu, kista ovarium yang tumbuh membesar dapat menyebabkan munculnya berbagai macam gejala yang dapat mengganggu kenyamanan pengidapnya, seperti perut membesar atau bengkak, nyeri panggul sebelum dan setelah menstruasi, nyeri panggul ketika melakukan hubungan intim (dispareunia), mual dan muntah, serta sensasi tertekan pada bagian perut.

Gejala Kista Ovarium yang Berbahaya

Ada beberapa gejala lain yang menandakan bahwa kista ovarium sudah berbahaya atau semakin besar dan harus segera ditangani. Diantaranya adalah :
  • Nyeri panggul atau perut secara tiba-tiba
  • Perut bengkak atau kemubng
  • Demam dan muntah-muntah
  • Pusing
  • Sering buang air kecil
  • Perubahan siklus haid
  • Badan lemah dan merasa ingin pingsan
  • Napas menjadi lebih cepat

Kapan Kista Ovarium Harus Dioperasi?


Kista ovarium memerlukan penanganan ketika ukurannya semakin besar dan gejala yang dirasakan semakin parah dan mengganggu. Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa wanita yang telah menopause dan memiliki kista ovarium cenderung memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker ovarium. Oleh sebab itu, setelah Anda melewati masa menopause, sebaiknya Anda segera melakukan operasi untuk menghilangkan kista.

Jika Anda tidak memerlukan tindakan operasi untuk mengatasi kista ovarium, maka dokter akan menyarankan Anda agar menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk meredakan rasa sakit akibat kista. Selain itu, dokter akan meresepkan Anda alat kontrasepsi, seperti pil, suntikan, atau cincin vagina untuk mencegah terjadinya ovulasi. Hal ini juga dapat menurunkan kemungkinan Anda dalam mengembangkan lebih banyak kista di ovarium.

Disqus Comments