Wednesday, April 1, 2020

Apakah Mioma Uteri Harus Dioperasi?


Penyebab Miom Pecah. Sebagian perempuan diyakini pernah memiliki miom di area rahim mereka. Lantas, apa sebenarnya penyakit miom itu? Penyakit miom atau yang juga dikenal dengan mioma uteri adalah kondisi di mana adanya pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus atau rahim. Meski begitu, penyakit ini bukanlah penyakit yang bersifat ganas alias non-kanker, sebab tumor yang tumbuh akibat miom merupakan tumor jinak. 

Miom terjadi akibat sel otot yang ada di rahim tumbuh secara abnormal. Miom juga dapat terjadi pada wanita yang tengah hamil. Umumnya, kasus ini terjadi pada wanita dengan kisaran usia 30 s/d 40 tahun.

Perlu Anda ketahui bahwa miom tumbuh dan berkembang d sekitar rahim dalam ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil hingga sangat besar. Meski begitu, kondisi ini umumnya baru diketahui ketika tengah melakukan pemeriksaan USG. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, miom berukuran besar dapat menyebabkan miom pecah, kemandulan dan gangguan pada saat kehamilan. 

Apa Penyebab Mioma Uteri?


Sayangnya, penyebab miom sendiri masih belum diketahui secara jelas. Meskipun begitu, ada beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko munculnya miom. Salah satunya adalah adanya peningkatan kadar hormon estrogen, seperti pada siklus menstruasi atau masa kehamilan.
Sedangkan, faktor yang dapat meminimalisir risiko terjadinya pada wanita miom adalah riwayat persalinan. Pasalnya, wanita yang pernah melahirkan cenderung memiliki risiko lebih rendah terkena miom.

Apa saja Gejala Mioma Uteri?


Pada dasarnya, miom tidak menimbulkan gejala apapun yang spesifik pada penderitanya. Akan tetapi, jika muncul beberapa gejala, yaitu :
  • Penderita dapat mengalami pendarahan yang banyak pada saat menstruasi dan berlangsung lebih dari seminggu. 
  • Pendarahan di antara siklus menstruasi.
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Sering buang air kecil (beser).
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih.

Apakah Mioma Harus Dioperasi?


Sebagian besar wanita yang mengalami mioma uteri cenderung tidak menyadari bahwa Ia memiliki miom di dalam rahim, sehingga batu akan diketahui ketika dilakukan pemeriksaan dengan dokter. Hal ini disebabkan karena miom tidak menimbulkan tanda-tanda atau gejala di tahap awal.
Miom seringkali tidak menimbulkan keluhan atau gejala-gejala yang dapat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, sehingga tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, Anda dapat mempertimbangkan untuk melakukan operasi miom jika Anda merasakan gejala-gejala seperti yang telah disampaikan sebelumnya ataupun ukuran miom telah membesar.
Pada beberapa kasus, miom bahkan dapat meningkatkan risiko Anda mengalami keguguran atau komplikasi lainnya selama masa kehamilan. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami miom saat hamil, sebaiknya Anda rajin berkonsultasi dengan dokter mengenai penanganan yang tepat untuk mioma uteri.


Disqus Comments