Sunday, April 19, 2020

Ini yang Terjadi Jika Kista Ovarium Pecah


Jika Kista Pecah. Kista ovarium adalah jenis kista yang tumbuh pada indung telur atau yang disebut dengan ovarium. Kista sendiri adalah kantong berisi cairan yang membentuk sebuah benjolan dengan ukuran yang beragam. Pada dasarnya, setiap wanita memiliki dua buah ovarium di dalam tubuh, tepanya di sisi kanan dan sisi kiri rahim. Jenis kista ini biasanya muncul selama masa subur atau selama wanita berada dalam masa menstruasi atau haid.

Lantas, apa fungsi dari ovarium? Ovarium sendiri memiliki fungsi untuk menghasilkan sel telur di setiap bulan, mulai dari masa pubertas hingga menopause. Tak hanya itu, ovarium juga berfungsi untuk menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Meskipun begitu, fungsi ovarium terkadang dapat terganggu, dan salah satu penyebabnya adalah kista.

Perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya kista ovarium dimiliki oleh setiap perempuan. Akan tetapi, jika ukurannya tergolong kecil, maka tidak akan menimbulkan gejala apapun yang membuat Anda terganggu. Maka dari itu, kondisi ini jarang disadari, dan seringkali baru disadari ketika ukurannya semakin besar dan sudah menimbulkan gejala yang cukup mengganggu. Meski begitu, kista ovarium dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa kali siklus haid.

Apa yang terjadi jika kista ovarium pecah?

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa pada dasarnya kista ovarium dapat tumbuh dengan ukuran yang bervariasi. Nah, ketika ukuran kista ovarium sudah sangat besar, maka kista bisa pecah dan menyebabkan terjadinya pendarahan. Hal ini tentunya harus segera di atasi dan membutuhkan perawatan medis secepat mungkin. Pasalnya, aliran darah yang menuju ke organ lain di tubuh Anda berkurang. Bahkan kondisi ini dapat berujung pada kematian, meskipun jarang terjadi.

Meski begitu, sebenarnya belum diketahui dengan jelas bahwa kista ovarium yang dialami seseorang dapat pecah dan menyebabkan masalah serius. Sebab, ada pula kista ovarium yang tidak pecah. Kista berisiko akan pecah ketika penderita terlalu sering melakukan aktivitas yang cenderung berat atau aktif dalam berkegiatan seksual.

Selain itu, kista ovarium juga dibagi menjadi beberapa jenis. Namun, yang paling umum ditemukan adalah kista ovarium fungsional. Jenis kista ini hanya terjadi pada wanita yang belum mengalami masa menopause atau terjadi ketika sel telur tidak dapat melepaskan diri dari indung telur (ovarium) selama terjadinya ovulasi. Nah, kista inilah yang rentan pecah. Jadi, apabila Anda rentan atau berisiko mengalaminya, maka Anda harus mempertimbangkan tindakan operasi atau pengangkatan kista.

Disqus Comments