Monday, April 27, 2020

Kista Coklat - Penyebab, Gejala, dan Penanganan


Apa itu kista coklat? Dan dimana letak kista coklat? Kista coklat sendiri merupakan salah satu jenis kista yang tumbuh di ovarium. Kista coklat menyebabkan munculnya benjolan jinak berisi ciran yang terletak di dalam ovarium. Lantas, mengapa disebut dengan kista coklat? Hal ini disebabkan karena penampilannya yang terlihat seperti cokelat leleh. Kista coklat bisa juga dikenal dengan nama endometrioma ovarium.

Warna coklat pada kista coklat sendiri sebenarnya berasal dari darah menstruasi lama dan juga  jaringan yang mengisi rongga kista tersebut. Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa kista coklat juga dapat memengaruhi salah satu atau kedua indung telur. 

Biasanya, kista coklat terjadi pada 20 sampai 40 persen wanita yang menderita endometriosis. Apa itu endomatriosis? Endometriosis sendiri adalah salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada lapisan rahim, atau yang dikenal dengan endometrium. Dalam kondisi ini, endometrium tumbuh diluar rahim ke ovarium, saluran tuba, dan area lain dari saluran reproduksi. Hal ini tentunya dapat menyebabkan rasa sakit yang cukup parah dan terkadang terjadi infertilitas. Oleh sebab itu, kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, dan harus diatasi secepat mungkin.

Penyebab Kista Coklat

Sebenarnya, ada banyak perdebatan mengenai penyebab terbentuknya kista coklat. Salah satu teori mengatakan bahwa kista coklat terbentuk akibat aliran darah menstruasi berbalik arah (menstruasi retrogade) yang dipicu oleh endometriosis.

Pada kasus kista coklat, lapisan rahim di dalam tubuh wanita akan melekat pada salah satu atau kedua ovarium dan tidak meluruh. Dengan begitu, akan berkembang di dala ovarium dan menyebabkan kista. Lapisan kista itu bertindak seperti selaput rahim, di mana akan tumbuh dan ditumpahkan sebagai respon terhadap naik turunnya hormon wanita setiap bulan.

Gejala Kista Coklat

Dalam kebanyakan kasus, kista coklat justru tidak menimbulkan gejala yang mengganggu kenyamaan pengidapnya. Namun, dalam beberapa kasus lainya kista coklat juga bisa menimbulkan gejala. Ukuran kista juga tidak lantas menjadi penyebab keparahan maupun gejala yang dirasakan. Kista coklat sendiri bisa berukuran sekitar 2 hingga 20 cm.

Gejala yang muncul ketika seorang wanita mengalami kista coklat akan mirip dengan gejala pada penderita endometriosis, di antaranya adalah :
  • Nyeri atau kram saat menstruasi
  • Jadwal menstruasi yang kacau dan tidak teratur
  • Nyeri saat melakukan hubungan seksual
  • Nyeri di bagian panggul yang tidak ada hubungannya dengan menstruasi
  • Infertilitas atau kemandulan pada sebagian wanita

Tak hanya itu, perlu Anda ketahui juga bahwa jika kista coklat pecah, maka dapat menyebabkan rasa sakit di perut yang tergolong parah dan tiba-tiba, pada sisi tubuh tempat di mana kista tersebut berada. Kondisi ini tentunya perlu segera ditangani dengan perawatan medis yang tepat. Maka dari itu, segera cari pertolongan medis jika Anda mencurigai adanya kisrayang pecah.

Penanganan Kista Coklat

Dalam kebanyakan kasus, kista coklat tidak bisa hilang dengan sendirinya, sehingga memerlukan perawatan khusus. Jika kista yang tumbuh masih berukuran kecil dan tidak menimbulkan gejala yang mengganggu, maka kemungkinan dokter akan menyarankan pemeriksaan secara rutin guna memantau perkembangan kista. Selain iu, biasanya dokter juga akan merekomendasikan obat untuk menghambat ovulasi, seperti pil KB.

Pil KB  dapat digunakan untuk membantu meredakan rasa nyeri dan menghambat pertumbuhan kista, meskipun tidak dapat menyembuhkan kista secara keseluruhan.

Sementara itu, prosedur pembedahan atau operasi pengangkatan dianjurkan bagi penderita kista coklat yang mengalami gejala parah dan menyakitkan, ukuran kista lebih besar dari 4 cm, hingga terjadinya infertilitas (keandulan), dan kista yang bersifat kanker.



Disqus Comments