Thursday, February 20, 2020

Pengobatan Mioma Uteri Berdasarkan Tingkat Keparahannya


Pengobatan Mioma Uteri. Ada banyak masalah kesehatan yang dapat dialami oleh wanita, khususnya pada rahim, salah satu di antaranya adalah mioma uteri. Lantas, seperti apa penyakit mioma uteri itu? Simak ulasan di bawah ini.

Miom atau mioma uteri bisa disebut juga dengan uterine fibroids, yang mana merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya benjolan berupa tumor jinak (non-kanker) di bagian uterus (rahim). Mungkin kata  "tumor" terdengar menyeramkan bagi Anda, namun Anda tidak perlu khawatir, sebab seperti yang telah disebutkan, bahwa mioma uteri sendiri bukan merupakan penyakit ganas dan tidak ada kaitannya dengan kanker rahim maupun kanker serviks. 

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa mioma uteri juga dapat tumbuh dengan ukuran yang beragam, mulai dari kecil hingga sangat besar. Jika ukuran mioma yang ada pada rahim semakin membesar, maka kondisi ini dapat mempengaruhi ukuran rahim dan bahkan hingga menyebabkan kerusakan pada rahim Anda. Selain itu, ukuran miom yang besar juga dapat menyebabkan organ di sekitarnya tertekan, sehingga pada akhirnya menimbulkan gejala-gejala yang cukup mengganggu.

Gejala Mioma Uteri

Umumnya, mioma uteri justru tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, dalam beberapa kasus miom yang tergolong berat, miom dapat menimbulkan gejala yang cukup mengganggu. 

Gejala tersebut antara lain adalah :
  • Perut yang terlihat membesar (kembung) dan disertai rasa sakit.
  • Terasa nyeri ketika melakukan hubungan intim.
  • Terasa nyeri dan tertekan pada bagian panggul.
  • Terasa nyeri di bagian belakang kaki.
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Terjadinya sembelit atau konstipasi akibat ukuran miom yang membesar dan menekan bagian usus besar atau rektum.
  • Frekuensi buang air kecil menjadi lebih sering dari biasanya (beser), yang disebabkan karena adanya tekanan pada - kantung kemih akibat miom.

Penyebab Mioma Uteri

Penyebab miom yang pasti sebenarnya masih belum diketahui dengan jelas. Meski begitu, ada beberapa faktor yang diduga dapat memengaruhi pembentukan miom, yaitu :
  • Hormon, di mana kedua hormon kewanitaan yang di produksi oleh ovarium, yakni estrogen dan progesteron, menyebabkan lapisan rahim bergenerasi selama siklus menstruasi, sehingga menyebabkan rangsangan terhadap pertumbuhan miom. Hal ini juga yang terjadi ketika wanita tengah hamil.
  • Faktor keturunan, hal ini terjadi di mana ada anggota keluarga, seperti Ibu, saudara perempuan, ataupun nenek yang pernah memiliki miom, sehingga dapat meningkatkan risiko seseorang juga memiliki miom.

Pengobatan Mioma Uteri

Dalam kebanyakan kasus, mioma uteri cenderung tidak membutuhkan pengobatan apapun. Namun, penting bagi Anda untuk terus memantau kondisi rahim guna memastikan bahwa miom atau tumor tidak berkembang terlalu besar, sehingga tidak akan menimbulkan masalah lain.

Apabila miom menimbulkan gejala yang cukup mengganggu, maka kemungkinan dokter akan menyarankan operasi pengangkatan miom atau bahkan pengangkatan rahim.

Disqus Comments