Thursday, January 2, 2020

Perbedaan Kista dan Abses Gigi yang Perlu Diketahui


Munculnya benjolan di sekitar gigi atau gusi pada dasarnya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah kista gigi dan abses gigi. Lantas, apa perbedaan kista dan abses gigi? Simak ulasan di bawah ini.

Kista gigi adalah sebuah kantong berisi cairan yang terbentuk di sekitar gigi dan mulut. Penyebab munculnya kista gigi sendiri adalah akibat terjadinya infeksi pada akar gigi yang terkubur atau mati. Dalam sebagian besar kasus, kista pada gigi akan terbentuk ketika gigi mengalami infeksi. Akan tetapi, ada juga beberapa kondisi lain yang dapat menyebabkan timbulnya kista gigi.

Sementara itu, abses gigi merupakan terbentuknya kantung atau benjolan pada gigi, yang berisi nanah. Kondisi ini juga disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat muncul di sekitar gigi maupun gusi. Penyebab utama dari infeksi bakteri yang menyebabkan abses gigi adalah akibat kurang terjaganya kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut. Hal ini menyebabkan nanah mengumpul pada benjolan, sehingga lama kelamaan akan menimbulkan rasa nyeri yang cukup mengganggu.

Perbedaan Kista dan Abses Gigi

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa kista pada gigi terbentuk akibat adanya infeksi pada gigi atau mulut yang tergolong parah. Hal ini menyebabkan gigi menjadi mati hingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya, walaupun sebenarnya kondisi gigi masih tertancap kuat di area gusi.

Umumnya, kista pada gigi terbentuk di ujung akar gigi, namun bukan berarti kista tidak timbul pada area gusi bagian atas atau sekitar mahkota gigi, sebab semua itu mungkin saja terjadi. Selain itu, meskipun penyebab utama kista pada gigi adalah infeksi, akan tetapi dalam kasus yang jarang, kista pada gigi juga dapat terjadi akibat faktor turunan (genetik). Kista gigi seringkali tidak menimbulkan gejala, sehingga penderita jarang menyadari keberadaannya, dan baru diketahui setelah ukuran kista semakin membesar.

Lain halnya dengan kista gigi, abses gigi pada umumnya ditandai dengan terjadinya infeksi yang tergolong parah, serta timbulnya nanah di sekitar gigi dan gusi. Jika kista gigi cenderung tidak disadari oleh penderita, maka abses gigi umumnya akan menimbulkan gejala-gejala yang dapat dirasakan penderita. Gejala yang dirasakan antara lain adalah : 
  • Gusi bengkak.
  • Demam.
  • Rasa sakit ketika mengunyah dan menggigit makanan.
  • Sakit yang menjalar hingga ke telinga, rahang, dan leher.
  • Perubahan warna pada gigi.
  • Bau mulut.
  • Gigi menjadi sensitif terhadap makanan panas atau dingin.
  • Wajah menjadi kemerahan dan bengkak.
  • Sesak napas.

Pengobatan Kista dan Abses Gigi

Untuk mengatasi kista gigi, Anda perlu menjalani operasi bedah mulut sederhana yang dilakukan oleh dokter spesialis bedah mulut. Dalam prosedur ini, dokter biasanya akan mengangkat jaringan akar gigi yang mati guna mencegah terjadinya kista kembali.

Sementara itu, untuk mengatasi abses gigi,dokter biasanya akan menghilangkan infeksi nanah dengan berbagai cara, diantaranya :
  • Mengeluarkan nanah, degan cara membuat sayatan kecil pada abses dan mengeluarkan narah.
  • Pemberian antibiotik (jika belum melakukan pengeluaran nanah).
  • Perawatan saluran akar gigi, guna menghilangkan infeksi.
  • Pencabutan gigi.
Disqus Comments