Monday, January 13, 2020

Inilah Pengaruh Kista yang Membahayakan Kehamilan


Hamil tapi ada kista diluar kandungan. Apakah Anda termasuk Ibu hamil yang memiliki kista? Jika ya, kondisi ini mungkin membuat Anda sangat khawatir akan terjadinya suatu hal yang tidak diinginkan. Apalagi jika kista muncul di kehamilan pertama dan terdeteksi pada trimester awal kehamilan. Lantas, apakah kista akan berdampak buruk pada kehamilan Anda? Dan gejala apa yang dirasakan ketika memiliki kista saat hamil? Simak penjelasannya di bawah ini.
Apa itu kista? Kista merupakan kantung tertutup atau sebuah benjolan yang berisi cairan ataupun jaringan lainnya. Kista dapat dialami oleh siapa saja dan dapat tumbuh di bagian tubuh manapun, termasuk kulit, kelamin, maupun organ dalam, seperti ginjal, rahim, dan ovarium. Kista juga dapat muncul ketika seorang wanita sedang berada dalam masa kehamilan, dan jenis kista yang paling sering ditemukan pada kondisi ini adalah kista ovarium.
Kista sendiri terbentuk dan tumbuh dalam ukuran yang beragam. Namun, kondisi ini sering kali baru diketahui ketika Ibu hamil melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Pada kondisi ini, kista yang muncul biasanya akan menyusut sekitar minggu ke-14 dan akan menghilang pada minggu ke-16 masa kehamilan.
Pada dasarnya, ada dua jenis kista ovarium yang perlu Anda ketahui. Pertama adalah jenis kista fungsional, yakni kista yang muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista fungsional tidak tergolong bahaya, dan dapat hilang dengan sendirinya. Kedua adalah kista patologis, yang merupakan sel abnormal yang disebabkan oleh penyakit tertentu, seperti endometriosis atau kanker.

Gejala Kista saat Hamil

Apabila kista tumbuh pada salah satu ovarium (indun telur), maka biasanya tidak akan menimbulkan gejala khas, bahkan tidak menimbulkan gejala apapun. Akan tetapi, apabila ukuran kista semakin membesar, maka akan muncul berbagai macam gejala, seperti :
  • Perut kembung
  • Rasa nyeri padaa bagian perut atau panggul.
  • Siklus menstruasi yang tidak teratur.
  • Merasa cepat kenyang.
  • Buang air kecil menjadi lebih sering.
  • Adanya pendarahan pada vagina.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri ketika melakukan hubungan intim.

Bagaimana Pengaruh Kista Terhadap Kehamilan?

Apabila ada kista yang tumbuh pada ovarium Ibu hamil, maka dokter akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan kista tersebut, guna menentukan tindakan yang perlu dilakukan. Jika ukuran kista kecil dan tidak berbahaya, maka dokter akan menganjurka pemeriksaan rutin dan USG ke dokter kandungan.
Meskipun kista dapat mengecil dan menghilang dengan sendirinya, namun kista ovarium juga dapat hilang akibat pecah. Dalam beberapa kasus kista yang berukuran besar (lebih dari 5 cm), pecahnya kista tersebut dapat menyebabkan pendarahan di dalam perut dan berpotensi mengganggu kehamilan Anda. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk tetap rutin memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami kista ovarium saat hamil.
Disqus Comments