Tuesday, December 10, 2019

Rubella : Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya


Rubella atau campak jerman merupakan infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam merah di kulit. Meskipun begitu, rubella berbeda dengan campak. Rubella dan campak disebabkan oleh virus yang berbeda, namun efek campak umumnya jauh lebih parah dibandingkan dengan rubella. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahu gejala dan penyebab rubella.

Meskipun cenderung lebih ringan daripada campak, namun rubella merupakan kondisi yang dapat menular. Rubella dapat menulari Ibu hamil, terutama di trimester pertama masa kehamilan. Hal ini bahkan dapat menyebabkan keguguran, dan apabila kehamilan terus berlangsung, maka kemungkinan bayi akan terlahir tuli, menderita katarak, hingga mengalami kelainan jantung. Oleh sebab itu, penting bagi para wanita untuk memeriksa sistem kekebalan tubuh terhadap rubella pada saat merencanakan kehamilan.

Gejala Rubella

Umumnya, gejala rubella muncul selama 2-3 minggu setelah terpapar virus, dan dapat berlangsung selama 1-5 hari. Gejalanya antara lain adalah :

  • Munculnya ruam merah yang awalnya di wajah, kemudian menyebar ke badan dan tungkai.
  • Demam.
  • Pilek.
  • Hidung tersumbat.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mata merah.
  • Muncul benjolan di sekitar telinga dan leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Nyeri sendi (lebih sering dialami oleh remaja wanita).

Rubella biasanya menimbulkan gejala yang ringan, sehingga cukup sulit untuk terdeteksi. Namun, virus penyebab rubella akan menyebar ke seluruh tubuh dalam kurun waktu 5-7 hari. Masa yang paling rentan untuk menyebabkan terjadinya penularan penyakit ini pada orang lain adalah di hari pertama sampai hari kelima setelah ruam merah muncul.

Baca Juga : Jam Tidur Ideal untuk Bayi

Penyebab Rubella

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa rubella disebabkan oleh virus, yakni virus rubella. Seseorang yang terinfeksi virus rubella dapat menularkannya ke orang lain. Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup percikan air liur yang dikeluarkan oleh penderita rubella saat bersin atau batuk. Melakukan kontak secara langsung dengan benda yang terkontaminasi air liur penderita juga dapat menyebabkan seseorang mengalami rubella. Selain itu, virus rubella juga dapat menular dari Ibu hamil ke janin yang ada di dalam kandungannya melalui aliran darah.

Pencegahan Rubella

Penyakit rubella dapat dicegah dengan melakukan imunisasi MMR atau MR. Imunisasi ini dianjurkan untuk dilakukan sebanyak dua kali, yakni saat usia 15 bulan dan 5 tahun. Akan tetapi jika Anda belum mendapat imunisasi MMR, maka vaksin ini dapat diberikan kapan saja.

Jika Anda sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya Anda menjalani tes darah. Apabila hasil tes menyatakan tidak ada kekebalan terhadap rubella, maka Anda akan diberikan vaksin MMR. Akan tetapi, vaksin ini tidak bisa diberikan saat seseorang tengah hamil.

https://lingshenyao.id/obat-untuk-vertigo/
Disqus Comments