Tuesday, December 17, 2019

Berbahaya! Inilah Makanan yang Mengandung Cacing Pita


Makanan yang Mengandung Cacing Pita. Cacing pita merupakan salah satu jenis parasit yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan muncunya penyakit, mulai dari diare hingga kelumpuhan. Umumnya cacing pita hidup di dalam daging hewan dan dapat menginfeksi manusia apabila mengonsumsi daging tersebut.

Mengonsumsi daging babi berpotensi dalam menyebabkan terjadinya infeksi cacing pita. Tak hanya itu, mengonsumsi daging babi juga dapat meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi, penyakit jantung, hingga kanker.

Hubungan Daging Babi dan Cacing Pita

Meskipun banyak yang menganggap daging babi sebagai salah satu sumber protein yang baik, namun ternyata banyak risiko yang erat kaitannya dengan daging babi, yaitu terjadinya infeksi cacing pita (taeniasis). Infeksi cacing pita sendiri disebabkan oleh cacing Taenia sulium atau cacing pita babi. Cacing jenis ini dapat Anda temukan di seluruh dunia, terutama di negara-negara yang memiliki sistem sanitasi buruk.

Perlu Anda ketahui, bahwa di negara-negara yang memiliki sistem sanitasi buruk, babi diperbolehkan berkeliaran secara bebas, sehingga tak mengecilkan kemungkinan mereka mengonsumsi kotoran manusia yang mengandung telur cacing pita. Dengan begitu, mengonsumsi babi dapat menyebabkan terjadinya infeksi cacing pita. Selain itu, cacing pita juga dapat masuk melalui makanan atau minuman yang telah terkontaminasi telur cacing tersebut.

Ketika telur cacing pita masuk ke dalam pertu, maka telur tersebut akan menetas menjadi larva. Setelah itu, larva tersebut akan melanjutkan perjalanannya menuju usus dan memasuki peredaran darah di dalam tubuh. Selain menjajahi saluran pencernaan, cacing pita juga dapat menyebar ke bagian tubuhlainnya, seperti otot, mata, hingga otak.

Infeksi cacing pita umumnya tidak menimbulkan gejala secara spesifik dan bahkan bisa tidak menimbulkan gejala sama sekali. Gejala yang dapat dirasakan antara lain adalah sakit perut, mual dan muntah, diare, dan sembelit. Namun, apabila infeksi menyebar ke bagian otot, maka dapat menyebabkan munculny benjolan kecil di bawah kulit.

Baca Juga : 5 Manfaat Telur Rebus yang Jarang Diketahui

Selain otot, infeksi cacing pita juga dapat terjadi di dalam otak. Kondisi ini dikenal juga dengan sebutan neurosistiserkosis. Gejala yang dapat dirasakan berupa sakit kepala, gangguan pada penglihatan, kejang, hingga penurunan kesadaran. Selain itu, gejala yang menandakan cacing pita sudah menginfeksi otak adalah sulit berkonsentrasi, kebingungan, gangguan koordinasi tubuhm dan pembengkakan otak.

Maka dari itu, daging babi dikategorikan sebagai daging merah yang sebaiknya dihindari. Pasalnya, mengonsumsi daging babi secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terkena kanker usus hingga 17 persen. Mengonsumsi daging babi juga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan obesitas.

https://lingshenyao.id/pengobatan-kanker-usus/
Disqus Comments