Monday, November 4, 2019

Struktur dan Fungsi Pembuluh Darah Dalam Tubuh


Pembuluh darah adalah bagian dari sistem peredaran darah yang berfungsi untuk mengangkut darah ke seluruh tubuh. Pembuluh darah sendiri merupakan jaringan yang berbentuk seperti tabung berongga yang terdapat di hampir seluruh bagian tubuh layaknya selang.

Pembuluh darah dibagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah pembuluh darah arteri, di mana pembuluh darah ini berfungsi untuk membawa darah dari jantung. Kedua adalah pembuluh darah kapiler, yang memungkinkan terjadinya pertukaran air dan bahan kimia antara darah dan jaringan. Terakhir adalah pembuluh darah vena, yang bertugas membawa darah dari jaringan kembali ke jantung.

Hal yang perlu Anda ketahui adalah, bahwa pembuluh darah tidak memiliki ukuran yang tetap, namun pembuluh darah arteri dan vena dapat mengatur diameternya untuk menyempit (vasokonstriksi) atau mengembang (vasodilatasi). Hal ini disebabkan oleh lapisan otot polos yang berada di dalamnya. Pembuluh darah dikendalikan atau diatur oleh sistem otonom (saraf tak sadar) yang otomatis juga dapat dipengaruhi oleh rangsangan atau sinyal tertentu.

Untuh lebih jelas lagi, berikut ini struktur dan fungsi masing-masing pembuluh darah :

  • Pembuluh Darah Arteri


Pembuluh darah arteri terdiri dari tiga lapisan, terluar merupakan bagian jaringan yang keras, lapisan tengah merupakan otot yang membuat pembuluh darah menjadi elastis dan kuat, dan lapisan terdalam merupakan sel epitel (endotel) yang halus sehingga darah dapat mengalir dengan lancar tanpa adanya hambatan.

Fungsi pembuluh darah arteri adalah membawa darah yang kaya akan oksigen dari jantung dan menyebarkannya ke seluruh tubuh. Mulanya darah dipompa keluar dari jantung melalui aorta. Kemudian, aorta tersebut akan bercabang menjadi struktur yang lebih kecil (arteri) yang menyebar ke seluruh tubuh. Ketika darah dipompa oleh jantung, maka dinding otot arteri akan mengembang sehingga terisi darah. Ketika jantung berada dalam kondisi rileks (relaksasi), arteri akan berkontraksi atau mengencang dengan kekuatan yang cukup besar, guna mendorong darah ke seluruh tubuh. Proses ini bertujuan untuk menciptakan sistem sirkulasi darah yang efisien.

Baca Juga : Jus buah Ini Berkhasiat dalam Menambah Darah

  • Pembuluh Darah Kapiler


Arteri bercabang akan menjadi arteriol dan kemudian menjadi kapiler. Pembuluh darah kapiler mempunyai bentuk yang sangat kecil dan tipis, sehingga hanya cukup dilewati oleh satu sel darah pada satu waktu.

Pembuluh darah ini berfungsi untuk mengatur pertukaran oksigen dan karbondioksida antara sel-sel darah merah dan jaringan tubuh. Kapiler merupakan pembuluh darah yang menghubungkan arteri dan vena melalui arteriola dan venula yang berjalan secara paralel ke seluruh tubuh. Dalam proses ini, sel darah merah yang tadinya membawa oksigen bertukar dengan jaringan menjadi karbon dioksida, kemudian akan dialirkan ke venula, kemudian ke vena, dan kembali ke jantung.

  • Pembuluh Darah Vena


Pembuluh darah vena juga terdiri dari tiga lapisan, namun lebih tipis dibanding dengan arteri. Pembuluh darah ini berukuran besar dan sedang, dan memiliki katup yang berguna untuk mencegah kembalinya aliran darah akibat pengaruh gravitasi.

Fungsi pembuluh darah vena adalah membawa darah yang kaya akan karbon dioksida (CO2) kembali ke jantung. Darah yang terdeoksigenasi akan dilewatkan pada kapiler, kemudian bergerak ke vena terkecil (venula) ke vena besar. Sementara itu, vena pulmonalis (paru) merupakan satu-satunya pembuluh vena yang membawa darah yang kaya akan oksigen dan membawa darah dari paru-paru menuju atrium kiri jantung.

https://lingshenyao.id/pengobatan-kanker-rahim/
Disqus Comments