Friday, November 22, 2019

Benarkah Jengkol Membuat ASI Menjadi Pahit?


Makan Jengkol saat Menyusui. Makanan merupakan sumber energi sekaligus hal yang perlu diperhatikan bagi Ibu menyusui. Pasalnya, jenis makanan tertentu ternyata dapat memengaruhi kondisi Air Susu Ibu (ASI). Salah satu makanan yang memiliki bau dan rasa yang cenderung pahit adalah jengkol. Lantas, apakah jengkol dapat mengubah rasa ASI pada Ibu menyusui? Simak Penjelasannya di bawah ini.

Benarkah Jengkol Membuat Menjadi ASI Pahit?

Jengkol merupakan bahan pangan yang dapat dijadikan berbagai macam olahan, seperti lalapan, semur jengkol, hingga keripik jengkol. Namun, jengkol juga menjadi makanan yang dapat mempengaruhi bau air kencing. Nah, hal ini membuat banyak orang berpikir bahwa jengkol dapat membuat ASI menjadi pahit dan bau.

Pada dasarnya, ASI memiliki rasa yang manis dan creamy, karena kandungan laktosa (salah satu jenis gula) yang ada di dalamnya. Namun, rasa ASI tersebut dapat berubah akibat beberapa faktor, yang salah satunya adalah makanan.

Namun, hingga saat ini belum ada penelitian yang mengamati efek dari makan jengkol pada kualitas atau kondisi ASI saat menyusui, baik itu membuat ASI menjadi berbau atau pahit. Akan tetapi, jengkol diketahui memiliki kandungan minyak atsiri yang mengandung senyawa allyl sulfur, di mana senyawa ini juga terdapat pada bawang putih.

Dalam sebuat studi, pada tahun 2016 yang diterbitkan pada jurnal Metabolites, disebutkan bahwa bawang putih dapat mempengaruhi bau ASI. Hal ini disebabkan karena bawang putih memiliki kandungna allyl methyl sulfide (AMS), yakni metabolit yang memiliki bau khas yang dapat mengalir pada ASI. Dengan adanya penelitian ini, menunjukan bahwa mengonsumsi jengkol juga kemungkinan dapat mengubah bau ASI.

Baca Juga : 4 Manfaat Buah Naga Merah untuk Ibu Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Jengkol?

Jengkol memiliki efek samping yang buruk bagi kesehatan. Pasalnya, jengkol memiliki kandungan asam amino djenkolik yang dapat memicu terbentuknya batuan kristal di kandung kemih. Kandungan nitrogen yang terdapat pada jengkol juga sangat tinggi, sehingga dapat menyebabkan fungsi ginjal terganggu.

Jika Anda seorang Ibu menyusui yang suka atau ingin makan jengkol, maka sebaiknya Anda melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. Biasanya, dokter akan mempertimbangkan manfaat makanan tersebut apabila dikonsumsi. Meskipun aman, perlu diingat bahwa Ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi jengkol yang sudah matang, bukan yang mentah. Pasalnya, makanan mentah sangat berisiko menyebabkan keracunan. Bakteri yang ada pada jengkol dapat tetap hidup meskipun telah dipanaskan. Selain itu, batasi asupan jengkol agar tidak berlebihan.

Apabila terjadi perubahan rasa dan bau pada ASI setelah mengonsumsi jengkol, sebaiknya Anda berhenti mengonsumsinya. Hal ini juga perlu diperhatikan untuk kepentingan buah hati Anda. Pasalnya, perubahan bau dan rasa pada ASI dapat membuat si kecil enggan menyusui, sehingga asupan nutrisinya pun akan berkurang dan pada akhirnya mengganggu pertumbuhan si kecil.

https://lingshenyao.id/obat-cina-kanker/
Disqus Comments