Wednesday, November 13, 2019

Ciri-Ciri Hiperpigmentasi Berdasarkan Jenisnya


Ciri-Ciri Hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi merupakan suatu kondisi di mana munculnya bercak gelap pada kulit. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam. Meskipun umumnya tidak berbahaya, namun hiperpigmentasi dapat mengganggu penampilan dan menghilangkan rasa tidak percaya diri.

Pada dasarnya, hiperpigmentasi pada kulit terjadi ketika tubuh memproduksi zat melanin dalam jumlah berlebihan. Melanin sendiri merupakan zat pigmen yang berperan dalam memberi warna kulit pada tubuh. Sementara itu, bercak gelap di kulit akibat hiperpigmentasi dapat timbul di bagian tubuh tertentu, namun bisa juga di seluruh bagian tubuh.

Hiperpigmentasi juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti peradangan kulit, penuaan pada kulit, terlalu sering terkena paparan sinar matahari secara langsung, kehamilan, kadar zat besi berlebih (hemokromatosis), penyakit adison, hingga akibat penggunaan obat-obatan tertentu, seperti pil KB.

Berikut ini ciri-ciri hiperpigmentasi berdasarkan jenisnya :

  • Melasma


Melasma merupakan jenis hiperpigmentasi yang disebabkan oleh perubahan hormon dan dapat ditemukan dalam masa kehamilan. Kondisi ini dapat muncul di bagian tubuh mana saja, namun paling sering ditemukan pada wajah dan perut.

Baca Juga : Cara Ampuh Mnegatasi Ketiak Gatal

  • Lentigo


Lentigo merupakan jenis hiperpigmentasi yang ditandai dengan munculnya bintik bulat hitam atau kecoklatan pada kulit, lengan, atau punggung tangan. Bintik yang mulai dari ukuran 0,2 hingga 2 cm dan memiliki bentuk yang tidak beraturan.

  • Post-Inflammatory Hyperpigmentation


Post-Inflammatory Hyperpigmentation (hiperpigmentasi pasca-inflamasi) merupakan kondisi yang ditandai dengan munculnya bercak kecoklatan pada kulit di bagian tubuh tertentu yang sebelumnya mengalami cedera atau peradangan. Bercak hitam tersebut bisa muncul akibat cedera, reaksi alergi, efek samping obat-obatan, dan peradangan pada kulit seperti jerawat atau eksim.

  • Hiperpigmentasi Akibat Efek Samping Obat atau Bahan Kimia


Jenis hiperpigmentasi ini terjadi akibat dari efek samping penggunaan obat-obatan atau bahan kimia tertentu. Biasanya, obat yang menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi adalah obat anti-malaria, obat jantung (amiodarone), atau kemoterapi (bleomycin dan busulfan). Sedangkan, bahan kimia yang dapat memicu hiperpigmentasi adalah emas, perak, dan merkuri.

Bercak yang timbul akibat kondisi ini biasanya bewarna kecoklatan, keabu-abuan, kebiruan, atau abu kebiruan. Sedangkan, bentuk dan pola bercak tersebut tergantung pada jenis obat yang dikonsumsi. Bercak-bercak ini biasanya timbul di sekitar wajah (terutama di bibir), kaki, tangan, hingga alat kelamin.

Pada dasarnya, jenis-jenis hiperpigmentasi yang telah disebutkan diatas bukan merupakan kondisi yang berbahaya. Namun, Anda tetap harus waspada jika bercak yang muncul menyebar dan meluas dengan cepat, bentuknya tidak beraturan, terdapat luka, terasa gatal dan nyeri, serta mudah berdarah. Sebab bisa jadi kondisi tersebut merupakan gejala kanker kulit.

https://lingshenyao.id/obat-untuk-vertigo/
Disqus Comments