Tuesday, October 1, 2019

Penyebab Hernia pada Bayi dan Cara Menanganinya


Penyebab Hernia pada Bayi. Hernia atau turun berok merupakan suatu kondisi di mana organ dalam tubuh menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan ikat di sekitarnya yang lemah. Jadi, kondisi ini terjadi ketika organ pada tubuh berada di luar posisi seharusnya. Tak hanya orang dewasa, hernia juga dapat menyerang bayi. Biasanya hernia pada bayi mulai disadari pertama kali ketika sedang memandikannya, tiba-tiba Anda melihat ada tonjolan di sekitar pusar atau kelamin bayi, di mana tonjolan tersebut bisa jadi merupakan hernia.

Jenis hernia yang rentan terjadi pada bayi adalah hernia umbilikalis dan hernia inguinalis. Meskipun begitu, keduanya tidak berbahaya, tetapi kondisi ini bisa bertambah buruk jika tidak segera ditangani.

Penyebab Hernia pada Bayi

Berikut ini penyebab hernia pada bayi berdasarkan jenisnya :

  • Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis lebih sering ditemukan pada bayi dengan kelahiran prematur dan lebih banyak ditemukan pada anak perempuan dibanding anak laki-laki. Gejala hernia umbilikalis pada bayi adalah, terdapat tonjolan lunak pada pusar atau adanya pembengkakan pada area tersebut, terutama ketika bayi batuk, mengangis, atau mengenjan saat buang air besar.

Pada dasarnya, hernia umbilikalis tidak berbahaya maupun menyebabkan rasa sakit. Tonjulan akibat penyakit ini pun dapat menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan medis. Biasanya tonjolan tersebut akan menghilang sebelum bayi berusia satu tahun. Namun, ada juga anak yang mengalaminya hingga usia 5 tahun. Jenis hernia ini terjadi akibat otot-otot yang ada di perut gagal bersatu, sehingga meninggalkan celah bagi organ dalam untuk menonjol keluar ketika ada tekanan.

Baca Juga : Beberapa Makanan yang Dapat Menyebabkan Kolik Pada Bayi

  • Hernia Inguinalis

Jenis hernia inguinalis terjadi akibat sebagian usus yanng menjulur dari rongga perut bawah dan mencuat ke daerah alat kelamin. Kondisi ini dapat menyerang bayi perempuan maupun laki-laki. Namun, berbeda dengan hernia umbilikalis, hernia inguinalis justru lebih banyak ditemukan pada bayi laki-laki, terutama yang lahir secara prematur.

Hernia inguinalis pada bayi laki-laki bisa dikenali dengan memerhartikan area sekitar alat kelaminnya. Jika ada benjolan sebesar ibu jari pada kantong zakar atau selangkangan bayi, terutama jika bayi Anda sedang menangis atau bergerak aktif, maka kemungkinan bayi Anda mengalami hernia inguinalis.

Sementara itu, pada bayi perempuan hernia inguinalis dapat dikenali ketika terdapat benjolan berbentuk persegi panjang di selangkanyan atau bibir kemaluan (labia). Kondisi ini dapat terjadi akibat faktor genetik atau turunan, dimana orang tuanya pernah memiliki riwayat penyakit hernia ini di masa lampau.

Penanganan Hernia pada Bayi

Jika Anda melihat gejala hernia pada bayi, aka Anda bisa langsung memmbawa bayi Anda ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan. Dokter akan memastikan apakah tonjolan tersebut merupakaan hernia atau bukan.

Jika bayi Anda menderita gernia umbilikalis, maka Anda tidak perlu khawatir, karena kondisi ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, apabila benjolan tersebut tidak hilang bahkan ketika anak memasuki usia 5 tahun, maka kemungkinan harus dilakukan operasi. Selain itu, prosedur operasi juga dapat dipertimbangkan jika tonjolan menyebabkan rasa nyeri sekaligus mengalami pembengkakan yang parah, atau ketika teksturnya berubah menjadi keras.

Sementara itu, bayi dengan hernia inguinalis memerlukan tindakan operasi untuk mengatasinya. Pasalnya kondisi ini tidak bisa hilang tanpa bantuan operasi, dan apabila dibiarkan dapat merusak bagian tubuh secara permanen.

https://lingshenyao.id/obat-herbal-kista/

Disqus Comments