Thursday, October 3, 2019

Lakukan Pencegahan TBC Sejak Dini


Pencegahan TBC. Tuberkulosis (TBC) atau yang juga dikenal dengan TB merupakan penyakit paru-paru yang disebabkan oleh kuman Mycrobacterium Tuberculosis. Penyakit ini akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung selama berminggu-minggu. Batuk yang dialami biasanya batuk berdahak dan terkadang bisa juga mengeluarkan darah.

Perlu Anda ketahui, bahwa kuman penyebab TBC tidak hanya menyerang paru-paru, melainkan dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti usus, tulang, atau kelenjar. Penyakit ini dapat ditularkan lewat percikan ludah yang keluar dari penderita TBC, ketika Ia sedang berbicara, batuk, ataupun bersin. Penyakit ini lebih mudah menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, seperti penderita HIV.

Gejala Tuberkulosis

Gejala umum yang ditimbulkan akibat TBC adalah batuk yang berlangsung lama. Namun, selain itu TBC juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, diantaranya adalah :

  • Demam
  • Tidak nafsu makan
  • Bada lemas dan lesu
  • Berat badan berkurang
  • Nyeri dada
  • Berkeringat di malam hari

Pengobatan Tuberkulosis

Diagnosis penyakit TBC dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak, foto rontgen dada, tes darah, atau tes kulit (Mantoux). Penyakit ini dapat disembuhkan apabila penderita rajin mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter. Untuk mengatasi penyakit ini, penderita harus mengonsumsi beberapa jenis obat untuk waktu yang cukup lama, yakni minimal 6 bulan. Obat-obatan tersebut berupa :
  • Isoniazid
  • Ethambutol
  • Pyrazinamide
  • Rifampicin

Pencegahan Tuberkulosis

Salah satu cara yang efektif untuk mencegah TBC adalah dengan menerima vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Di Indonesia sendiri, vaksin ini termasuk dalam daftar imunisasi wajib yang diberikan pada bayi sebelum memasuki usia 2 bulan. Bila Anda belum mendapat vaksin BCG, maka segeralah melakukan vaksin apabila terdapat anggota keluarga yang mengalami TBC.

Selain vaksin, TBC juga dapat dicegah dengan cara-cara sederhana, seperti menggunakan masker saat berada di tempat ramai dan sering mencuci tangan jika berinteraksi dengan penderita TBC.

Bagi Anda penderita TBC yang sudah mendapatkan pengobatan, Anda masih dapat menularkan penyakit ini pada bulan-bulan awal pengobatan (biasanya 2 bulan pertama). Berikut berbagai cara untuk mencegah penularan, terutama pada anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan Anda :
  • Tutup mulut saat batuk, bersin, atau tertawa. Anda juga dapat mengenakan tisu untuk menutup mulut, dan segera membuangnya setelah digunakan.
  • Pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik, seperti dengan membuka pintu atau jendela rumah agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk.
  • Jangan membuang dahak atau ludah di sembarang tempat.
  • Jangan tidur satu kamar dengan orang lain untuk sementara waktu, hingga dokter menyatakan TBC yang Anda idap tidak lagi menular.
Disqus Comments