Thursday, October 17, 2019

Cara yang Tepat untuk Mengatasi Mencret pada Bayi


Cara Mengatasi Mencret pada Bayi. Bayi mencret atau diare lebih berisiko mengalami komplikasi dibandingkan dengan orang dewasa. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara mengatasi diare pada bayi.

Tidak hanya orang dewasa, namun bayi juga dapat mengalami diare. Bahkan, bayi yang mengalami diare lebih mudah mengalami komplikasi dibandingkan dengan orang dewasa. Bayi yang mengalami mencret atau diare dapat mengalami dehidrasi dengan cepat, bahkan hanya dalam hitungan dua jam dari awal dimulainya diare. Kondisi ini tentunya tidak bisa dibiarkan begitusaja, sebab dapat membahayakan kondisi bayi, terutama jika terjadi pada bayi baru lahir.

Bayi yang mengonsumsi ASI pada dasarnya mengeluarkan tinja yang lebih encer dan berbusa dibandingkan dengan bayi yang mengonsumsi susu formula. Hal ini tak jarang membuat orang tua kebingungan dalam menentukan apakah tinja yang dikeluarkan bayinya normal atau tidak.

Tinja bayi yang mengonsumsi ASI, normalnya berwarna kekuningan, bertekstur lembut, dan encer. Selain itu, bayi yang baru lahir dan hanya mengonsumsi ASI bisa buang air besar hingga lima kali dalam sehari. Hal ini disebabkan karena, ASI dapat merangsang saluran pencernaan, sehingga membuat bayi langsung buang air besar setelah disusui. Namun, hal ini tidak selalu terjadi pada setiap bayi.

Ketika bayi mulai menginjak usia satu bulan, frekuensi buang air besar pada bayi menurun menjadi satu atau dua kali dalam sehari. Sementara itu, bayi yang mengonsumsi susu formula cenderung hanya buang air besar sekali dalam sehari dengan tinja yang lebih keras dan lebih berbau.

Tak jarang orang tua salah sangka dalam membedakan apakah bayi mengalami diare atau hanya buang air besar yang kebetulan lebih lunak dari biasanya. Diare pada bayi umumnya ditandai dengan frekuensi buang air besar yang jauh lebih sering dibandingkan biasanya, dengan tekstur tinja yang jauh lebih lunak dan cair, hingga disertai demam.

Cara Mengatasi Diare pada Bayi

Pada saat diare, bayi akan sangat rentan mengalami dehidrasi, yang mana akan semakin parah apabila di biarkan. Maka dari itu, berikut ini cara mengatasi masalah diare pada bayi yang perlu Anda ketahui :
  • Pastikan jika bayi Anda mendapat cukup asupan cairan agar terhindar dari dehidrasi
  • Pada bayi usia di bawah 6 bulan, berikan asupan ASI seperti biasa, dengan tambahan pemberian tiap kali bayi mencret atau muntah. Sementara, untuk bayi di atas 6 bulan, Anda dapat memberikan pengobatan berupa larutan oralit setiap kali bayi mencret atau muntah, namun sebaiknya penggunaan obat tersebut disesuaikan dengan resep atau dosis dokter.
  • Memberikan bayi probiotik (Lactobacillus rhamnosus dan Saccharomyces boulardii).
  • Jangan memberikan obat antidiare pada bayi, sebab dapat menimbulkan efek samping yang berakibat fatal. Pasalnya, obat antidiare baru boleh diberikan pada anak di atas 12 tahun.
Disqus Comments