Wednesday, October 16, 2019

Hati-Hati! Mom Shaming Bisa Sebabkan Depresi


Bahaya Mom Shaming. Pernahkah Anda mendapat atau mendengar komentar tentang diri Anda sebagai seorang Ibu? Dengan kalimat-kalimat melecehkan, seperti "ih kok nyusuin anaknya gitu?", "ih, kok gendong anaknya gitu?", "anaknya kok kayak yang gak keurus ya?".

Mungkin Anda pernah mendapat komentar seperti yang disebutkan di atas atau komentar lainnya yang terdengar menyakitkan. Ketika mendengar semua itu, Anda pasti merasa marah dan ingin sekali membantah mereka yang mencibir kekurangan pola asuh ataupun kekurangan anak Anda. Padahal, belum tentu orang yang mencibir tersebut mengetahui kebenaran kondisi anak Anda. Mereka juga terkadang tak dapat memahami kelebihan atau kekurangan anak Anda.

Hal ini bisa disebut sebagai mom shaming, yaitu sebuah perilaku mempermalukan Ibu lain dengan cara menunjukan bahwa Ia adalah Ibu yang lebih baik, lebih hebat, dan seolah-olah paling sempurna dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Ibu. Mirisnya, perilaku ini masih banyak ditemukan di kalangan para Ibu, khususnya di Indonesia. Terlebih lagi jika Anda berada di lingkunga pedesaan, nuansa ini akan sangat terasa.

Mom shaming dapat memberikan dampak berupa reaksi kimia yang abnormal dalam otak. Sehingga, pada akhirnya Anda menjadi tidak percaya diri hingga mengalami depresi.

Sebagian besar korban mom shaming mengatakan bahwa dampak yang sering dirasakan adalah timbulnya rasa kebencian dan berkurangnya rasa percaya diri secara perlahan-lahan. Hal ini menyebabkan korban takut mendapatkan cibiran dari para Ibu lainnya, sehingga membuatnya membatasi ekspresi dalam mengasuh anak.

Untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi akibat mom shaming, ada baiknya jika Anda memahami hal-hal apa saja yang mempengaruhi seseorang melakukan mom shaming. Berdasarkan analisis Pendiri Social Minded Group dan editor Mommy Nearest di New York, AS, Stephanie Barnhart, mengatakan bahwa para Ibu menyerang satu sama lain akibat ada sesuatu yang hancur di dalam diri mereka. Berikut ini faktor-faktor yang memperngaruhinya :

Baca Juga : 4 Manfaat Buah Naga Merah untuk Ibu Hamil

  • Cari Perhatian


Pelaku mom shaming biasanya tidak mendapat pengakuan atau penghargaan di lingkungannya, sehingga Ia berusaha mencari cara agar terlihat menonjol dan lebih dihargai. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mencibir dan menghina ibi-ibu lain di sekitarnya agar merasa lebih rendah dari pada dirinya.

  • Cemburu


Pada dasarnya, setiap Ibu memiliki ciri khasnya masing-masing. Namun, tak jarang seseorang merasa cemburu pada ibu-ibu lainnya yang memiliki kelebihan, sehingga membuat orang tersebut melakukan mom shaming.

  • Marah


Kondisi ini mungkin merupakan dampak akibat memendam kemarahan pada keluarga atau anak, sehingga pada akhirnya Ia melampiaskannya pada ibu-ibu lain dengan cara melakukan mom shaming.

  • Repot


Rasa lelah yang melanda akibat mengurus anak dan rumah tangga, membuat Ibu cenderung lebih mudah tersulut emosi. Sehingga, tanpa disadari Ia melakukan mom shaming dengan mengeluarkan perkataan menyakitkan sebagai pelampiasan emosi.

https://lingshenyao.id/pengobatan-kista-ovarium/
Disqus Comments