Wednesday, September 11, 2019

Perubahan Siklus Menstruasi Menjelang Menopause


Pendarahan Menjelang Menopause. Menopause merupakan masa dimana seorang wanita tidak akan lagi mengalami menstruasi. Hal tersebut disebabkan karena hilangnya aktivitas folikuler ovarium. Seorang wanita dinyatakan menopause, apabila Ia tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan berturut-turut tanpa adanya pemicu seperti kehamilan, menyusui, serta adanya pengobatan atau penyakit tertentu. Umumnya, wanita memasuki masa menopause pada usia 50 sampai 52 tahun.

Sebelum memasuki masa meonpause, wanita akan mengalami perimenopause. Pada periode perimenopause, wanita akan mengalami beberapa gejala, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur dan juga hot flashes.

Perimenopause sendiri dapat berlasnungsung selama 4 hingga 10 tahun sebelum memasuki masa menopause. Kondisi ini normalnya dimulai ketika menginjak usia 30-40 tahun. Namun, perimenopause juga dapat muncul lebih awal, seperti akibat adanya penyakit tertentu atau faktor keturunan, dimana ada anggota keluarga yang memiliki riwayat menopause dini.

Gejala Perimenopause


Saat memasuki masa perimenopause, wanita akan mengalami beberapa gejala yang disebabkan oleh perubahan hormon di dalam tubuh. Gejala utama pada kondisi ini adalah siklus menstruasi yang tidak teratur. Ketidakteraturan siklus menstruasi ini bisa berupa menstruasi yang datang lebih cepat atau lebih lambat, serta menstruasi yang berlangsung lebih singkat atau lebih lama. Semakin mendekati masa menopause, maka semakin jarang pula menstruasi terjadi.

Baca Juga : 4 Tahapan Menopause yang Perlu Diketahui

Selain ketidakteraturan siklus menstruasi, gejala lain yang dapat terjadi ketika memasuki periode perimenopause antara lain adalah :
  • Hot flashes, yakni sensasi panas yang muncul di dalam tubuh secara mendadak tanpa dipengaruhi oleh perubahan temperatur atau faktor cuaca.
  • Sakit kepala (di awal masa perimenopause).
  • Menjadi moody (emosi tidak stabil).
  • Gangguan tidur, yang dapat disertai dengan atau tanpa keringat malam.
  • Gangguan kognitif (sulit berkonsentrasi dan mudah lupa).
  • Nyeri ketika melakukan hubungan intim, yang disebabkan karena berkurangnya cairan pelumas vagina.
  • Penurunan gairah seksual dan kesuburan.
  • Pengeroposan tulang yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis.
  • Perubahan kadar kolesterol, yakni kadar kolesterol jahat (LDL) lebih tinggi dibandinglan dengan kadar kolesterol baik (HDL).

Penyebab Perimenopause

Perimenopause terjadi akibat jumlah homon esterogen dan progesteron di dalam tubuh wanita mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi ketika wanita memasuki usia 30 hingga 40 tahun.

Perimenopause merupakan kondisi normal yang terjadi pada setiap wanita, sehingga kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan wanita mengalami masa perimenopause lebih cepat dari seharusnya, yaitu :
  • Faktor keturunan
  • Histerektomi (pengangkatan rahim)
  • Wanita yang merokok
  • Wanita yang menjalani pengobatan kanker, seperti kemoterapi atau radioterapi di daerah panggul.
Disqus Comments