Tuesday, May 7, 2019

Tuberculosis : Gejala hingga Faktor Risiko


Tuberculosis (TBC) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri, yaitu Mycrobacterium tuberculosis yang menyerang dan merusak jaringan tubuh manusia. Bakteri tersebut dapat di tularkan melalui udara. Penyakit ini biasanya menyerang paru-paru, akan tetapi bisa juga menyebar ke tulang, jantung, sistem saraf pusat, kelenjar getah bening dan organ lainnya.

Jenis penyakit tuberculosis yang paling sering di derita oleh pasien adalah infeksi TBC laten, yang mana disebabkan oleh bakteri yang "tertidur" atau belum aktif secara klinis. Bakteri tersebut akan aktif dan menimbulkan gejala setelah periode waktu tertentu, bisa dalam beberapa minggu, bulan, bahkan hingga tahun. Hal tersebut tergantung pada kondisi kesehatan dan daya tubuh penderita.

Apabila penderita memiliki daya tahan tubuh yang lemah, seperti halnya penderita kanker, HIV atau pasien-pasien yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi, maka tuberkulosis akan berkembang lebih cepat.

Gejala Tuberkulosis


Saat masa inkubasi tuberkulosis, pada umumnya penderita tidak mengalami gejala apapun, dan penyakit ini pun belum menular. Seiring berjalannya waktu, tuberkulosis mulai berkembang dan disaat-saat tersebut mulailah timbul gejala dari penyakit ini.

Gejala tersebut tergantung pada organ tubuh mana yang diserang, gejala tuberkulosis bisa berupa batuk yang berlangsung selama 2 minggu atau lebih, baik itu batuk berdahak ataupun batuk darah, demam atau meriang, sesak napas, kelelahan, tubuh terasa lemas, kehilangan nafsu makan, hingga penurunan berat badan.

Gejala diatas biasanya disebabkan oleh penyakit lain yang berhubungan dengan paru-paru. Selain itu, masih ada gejala-gejala lain yang dapat dialami oleh penderita tuberkulosis yang tidak tercantumkan. Jika Anda merasa khawatir akan suatu gejala tertentu, lebih baik segera konsultasi dengan dokter.

Baca Juga : Penyebab Asam Urat dan Cara Mengatasinya

Faktor Risiko


Berikut ini orang-orang yang berisiko tinggi terkena tuberculosis (TBC) :


  • Penderita HIV/AIDS
  • Penderita kanker
  • Penderita diabetes
  • Penderita penyakit gagal ginja stadium akhir
  • Penderita Malnutrisi
  • Orang yang menjalani pengobatan kanker, seperti kemoterapi
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit autoimun, seperti rematik, penyakit kulit (psoriasis), atau penyakit pada sistem pencernaan (Crohn).


Penyakit TBC akan lebih berisiko jika orang-orang tersebut memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko seperti yang telah disebutkan di atas, bukan berarti Anda tidak dapat terkena TBC, namun orang-orang dengan faktor risiko di atas memiliki peluang yang lebih besar terkena TBC.

https://lingshenyao.id/obat-cina-kista/
Disqus Comments