Thursday, March 28, 2019

Perbedaan Mual Saat Hamil dan Saat Maag


Mual merupakan gejala yang kerap dialami oleh wanita yang sedang hamil. Namun, tak jarang para wanita mengira bahwa mual yang dirasakan merupakan gejala dari maag. Hal tersebut disebabkan karena, kehamilan dan asam lambung naik memiliki gejala serupa. Lantas, apa perbedaan mual hamil dan maag? Serta bagaimana cara membedakannya? Baca artikel ini hingga selesai ya...!
Penyakit maag merupakan penyebab paling umum yang mengakibatkan mual dan muntah. Penyakit ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang berada di dalam perut. Selain maag, mual dan muntah juga menjadi gejala yang sering dialami oleh wanita yang tengah hamil, hal tersebut biasanya disebut dengan morning sickness. Karena gejalanya yang mirip, banyak orang yang sulit membedakan antara keduanya. Berikut ini perbedaan antara mual hamil dan mual maag :

  • Mual Hamil terjadi Akibat Morning Sickness


Pada umumnya, mual saat hamil sering terjadi di pagi hari atau yang sering disebut dengan morning sickness. Hal tersebut terjadi karena, siklus dari hormon Beta-HCG, kadarnye lebih tinggi di pagi hari terutama ketika bangun tidur. Meskipun begitu, mual dan muntah juga dapat terjadi di siang, sore bahkan malam hari. Akan tetapi, hal tersebut harus diwaspadai, karena mual disertai muntah yang berlebihan dapat menimbulkan dehidrasi.

  • Mual pada Maag Terjadi Akibat Telat Makan


Naiknya asam lambung pada maag dapat menyebabkan mual dan muntah. Hal tersebut disebabkan karena kondisi perut yang kosong. Setelah asam lambung menurun dan dalam kondisi netral, baru makanan dapat masuk dan maag pun segera membaik. Sedangkan mual saat hamil tidak berhubungan dengan telat makan maupun pola makan yang tidak teratur.

  • Mual Karena Hamil Merupakan Pengaruh Hormon


Proses terjadinya mual yang disebabkan oleh kehamilan berlangsung secara hormonal, yang mempengaruhi otak dan mengakibatkan asam lambung meningkat, sehingga menyebabkan rasa mual hingga muntah. Proses ini hampir sama seperti terjadinya mual ketika maag. Perbedaannya adalah, penyebab mual pada maag tidak diakibatkan oleh pengaruh hormon layaknya mual pada kehamilan.

  • Mual Pada Maag tidak Terjadi Secara Terus-Menerus


Mual pada maag tidak terjadi terus-menerus, lantaran penyakit maag pun biasanya tidak terjadi secara terus-menerus. Jika Anda segera mengatasi maag dengan obat asam lambung dan pola makan sudah teratur, maka maag pun akan segera pulih. Selain itu, obat yang dikonsumsi penderita maag untuk mengurangi mual, tidak dapat dikonsumsi oleh Ibu hamil untuk meredakan mual. Maka dari itu, anda perlu membedakan obat yang dapat meredakan maag dan gejala kehamilan.
Disqus Comments