Thursday, February 14, 2019

Nyeri Haid Yang Berlebihan: Bisa Jadi Pertanda 4 Penyakit Ini


nyeri haid yang berlebihan
Pada saat haid datang semua aktifitas yang dilakukan anda mungkin menjadi sebuah permasalahan yang sangat berat. Semua itu karena menahan rasa sakit pada saat haid. Sebab itu anda lebih memilih berbaring diatas ranjang dibandingkan untuk melakukan aktifitas. Tapi jika merasakan sakit haid yang tidak wajar. Apakah ini bertanda ada penyakit berbahaya?
Haid sudah tak lazim bagi kaum hawa karena ini adalah sebuah kewajiban bagi wanita. Setiap pergantian bulan sudah pasti anda akan kedatangan haid. Semua itu karena kontraksi otot-otot Rahim diperkukan untuk meluruhkan lapisan Rahim.
Sebenarnya konsidi kram pada bagian perut itu normal, namun ketika anda merasakan rasa sakit yang beda. Pada saat rasa sakit yang beda dari sebelumnya mungkin ini ada gejala gangguan penyakit. Mungkin buat para kaum wanita pasti memahami akan nyeri haid normal atau biasanya dan sakit yang berbeda.
Nah berikut dibawah in penyakit yang bisa terjadi akibat dari haid yang berlebihan, yaitu :

  • Endometriosis


Apa yang menyebabkan hal ini sebenernya belum ada kejelasan. Tetapi endometriosis merupakan lapisan yang ada pada Rahim justru keluar dan tumbuh di luar organ terdekat.
Kondisi ini menyebabkan nyeri di perut bagian bawah dan gejalanya mirip menstruasi yang menyebabkan sulit didiagnosis. Cara mengetahuinya adalah dengan mengamati rasa kram yang dialami pada saat berhubungan intim.


  • Dismenore sekunder

Pada saat usia anda 40 tahun dan menemukan nyeri haid yang tidak pernah dialami oleh anda, lebih baik anda segera memeriksanya ke dokter. Dismenore sekunder ini biasanya muncul pada usia 20 tahun.
Rasa sakit dismenore sekunder dirasakan pada awal memasuki siklus menstruasi dan akan lebih lama dari kram menstruasi pada umumnya. Tentunya sakit yang akan mungcul akan berbeda pada sebelumnya.
Penyebab rasa sakit ini biasanya karena adanya gangguan pada organ reproduksi  wanita dengan adanya kelainan organic dalam pelvis. Bisa disebabkan karena endometriosis, radang punggul, indeksi menular, mioma, kista ovarium atau penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).
Jika semua itu dirasakan pada wanita berusia 20 tahun ke atas maka sebaiknya diperiksa ke dokter. Obat-obatan pereda nyeri haid sekunder biasanya tidak akan berpengaruh.
Untuk endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium diluar rahim) biasanya lewat USG saja tidak cukup. Pemeriksaan endometriosis biasanya perlu pemeriksaan laboratorium dan laparoskopi untuk mengetahui ada tidakmnya infeksi.



  • Fibroid


Fibroid ini biasanya dirasakan nyeri perut dan pendarahan yang berlebihan. Anda harus menggantikan pembalut 1-2 setiap jamnya. Jika anda mengalami seperti ini sebaiknya anda segera memeriksanya karena bisa saja disebabkan oleh tumor jinak saluran kemih. Ukuran pada tumor jinak ini sebesar biji jeruk atau biji apel. Dan muncul pada saat usia 30 – 40 tahun. Umumnya pendarahan yang akan dialamai tidak berhenti 3-4 hari bisa jadi mencapai hingga berminggu-minggu.


  • Radang panggul

Kondisi ini dimana nyeri di bagian bawah perut dan disertai demam. Ini dinamakan radang panggul dan akan dirasakan nyeri pada saat wanita buang air kecil dan warnanya akan berubah menjadi kehijauan.
Biasanya ini disebabkan karena adanya peradangan di dekat saluran kemih. Apabila ini dibiarkan akan menjadi infeksi dan akan menjadi penyakit chlamydia atau gonore.
Bila anda merasakan atau mengalami nyer haid seperti ini. Maka anda harus melakukan pengobatan karena ini berbahaya bagi kondisi kesuburan anda.

Disqus Comments